Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penerapan ITIL



Dalam ITIL, membuat data center sendiri disebut new service, karena dari kalimat tersebut service data center sebelumnya belum ada (atau masih berbagi sama perusahaan lain). Nah, Service Strategy membahas gimana caranya new service ini mempunyai hasil.

Untuk melihat hasil, kita harus melihat 2 hal mendasar:
  1. Utility: Kapasitas kita untuk menyediakan. (gedungnya, alatnya, dll)
  2. Warranty: Kualitas layanan yang disediakan (security, availability, dll)

Point-poin yang dibahas di bagian ini adalah:
  1. Strategy Management: Mengetahui dari layanan yang ditawarkan, saingan-saingan  perusahaan.
  2. Service Portfolio Management: List layanan yang kita punya (dulu/retired, sekarang/current, nanti/future).
  3. Financial Management: Persediaan keuangan untuk membuat suatu layanan.
  4. Business Relationship Management: Untuk siapa layanan ini diberikan.
  5. Demand Management: Mengetahui siapa saja yang menggunakan layanan.



Di fase inilah kita menentukan SLA (service level agreement), untuk menentukan kadar kepuasan customer terhadap layanan baru kita yang nanti akan diluncurkan.  Berikut yang dibahas dalam fase design
  1. Supplier Management: 3rd party vendor, membahas kontrak kerja
  2. Service Level Management: membahas SLA
  3. Service Catalogue Management: list IT services yang kita sedang support dan jalankan (termasuk Data Center yang akan kita bangun)
  4. Availability Management: Membahas jika nanti suatu waktu ada masalah bagaimana solusi yang harus dilakukan
  5. Capacity Management: Berapa kapasitas yang disediakan,
  6. InfoSec Management: IT Security policy
  7. Design Coordination Management: Jika sewaktu-waktu terjadi perubahan garis koordinasi.




Di fase ini kita mulai lakukan semua yang sudah ada di design, ada beberapa hal yang dibahas:
  1. Transition Planning and Support: Mau dilakukan bertahap, atau langsung semua.
  2. Change Management: semua perubahan yang terjadi tercatat dan terorganisir.
  3. Knowledge Management: memastikan semua orang paham terhadap layanan kita, siapa yang buat data, siapa atau software apa yang mengolah data.
  4. Service Asset and Configuration: memastikan bahwa service yang baru berjalan dapat memakai aset yang dibutuhkan.
  5. Release and Deployment Management: Layanan yang kita berikan, harus memiliki versinya dan terus dikembangkan.
  6. Change Evaluation: Jika sewaktu-waktu terjadi perubahan, akan dievaluasi dimana masih ada kekurangan yang terjadi dalam pemberian layanan Data Center.
  7. Service Evaluation and Testing: Percobaan lanjut dari evaluasi yang dilakukan.



Dalam operasinya, Data Center tentu akan mengalami permasalahan. Permasalahannya seperti kurangnya kapasitas yang diberikan. Dalam hal ini, perlu adanya :
  1. Event Management: memonitor semua layanan
  2. Incident Management: mencari cara untuk memperbaiki layanan
  3. Request Fulfilment: jika ada permintaan datang
  4. Access Management: authorisasi (identity management)
  5. Problem Management: masalah-masalah yang terjadi
  6. IT Operation Control: tugas-tugas rutin, job scheduling, backup/restore.
  7. Facilities Management: management fisik.
  8. Application Management: manajemen aplikasi/software
  9. Technical Management: jika ada masalah pada bidang tertentu, harus diberikan kepada siapa tugas tersebut atau jika bisa melakukannya sendiri



Dalam operasinya, misalnya Data Center kita sudah berjalan dengan baik. Semakin banyak pelanggan yang meminati layanan kita, maka kita butuh sekali namanya pengembangan. Dalam hal ini, pengembangan sebuah Data Center perlu dilakukan, tergantung dari situasi dan kondisi.

Post a Comment for "Penerapan ITIL"